BRMP Sulawesi Utara Monitoring Persiapan Penyaluran 1,2 Juta Bibit Kakao
Kotamobagu (5–6/11/2026) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan monitoring pembibitan kakao di sejumlah nursery di Kota Kotamobagu. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan bibit kakao sebelum disalurkan kepada kelompok penerima sesuai dengan alokasi dan ketentuan yang berlaku.
Tim BRMP Sulut yang melaksanakan monitoring terdiri atas Suratini, Carol Sumilat, Hentje Suoth, dan Janny Sumampouw. Tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi pertumbuhan, jumlah, serta proses penyortiran bibit kakao yang disiapkan oleh masing-masing penyedia.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua penyedia bibit kakao di Kota Kotamobagu, yaitu CV. Gracia Agro Utama dan PT. Mitra Alam Nusantara. Masing-masing penyedia memiliki volume kontrak sebanyak 600.000 batang bibit kakao. Saat monitoring berlangsung, kedua penyedia masih melaksanakan proses penyortiran untuk memastikan bibit memenuhi persyaratan penyaluran.
Pada waktu yang bersamaan, tim dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya juga turun ke lokasi dalam rangka persiapan pengajuan sertifikasi bibit kakao. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan mutu dan kelayakan bibit sebelum didistribusikan kepada penerima.
Nursery CV. Gracia Agro Utama tersebar di empat lokasi. Di Kelurahan Poyowa Besar terdapat dua lokasi pembibitan dengan jumlah masing-masing 292.174 batang dan 133.651 batang bibit kakao hasil sambung pucuk.
Selanjutnya, di Kelurahan Kobo Besar terdapat 97.877 batang bibit kakao jenis seedling. Sementara itu, nursery di Kelurahan Tumobui menyiapkan 150.175 batang bibit hasil sambung pucuk dan 40.648 batang bibit jenis seedling. Seluruh bibit yang disiapkan CV. Gracia Agro Utama tersebut direncanakan untuk disalurkan ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Sementara itu, PT. Mitra Alam Nusantara yang berlokasi di Kelurahan Moyag Tampoan, Kota Kotamobagu, menyiapkan 190.000 batang bibit kakao jenis seedling. Adapun kebutuhan bibit kakao hasil sambung pucuk untuk penyedia tersebut dikembangkan di wilayah Sulawesi Selatan. Bibit yang disiapkan PT. Mitra Alam Nusantara direncanakan untuk penyaluran di wilayah Kota Kotamobagu.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Sulut berupaya memastikan kesiapan penyedia, kesesuaian jumlah, dan mutu bibit kakao sebelum proses penyaluran dilaksanakan. Koordinasi dengan penyedia serta tim BBPPTP Surabaya diharapkan dapat mendukung kelancaran proses sertifikasi dan distribusi bibit kepada penerima.
Monitoring ini merupakan bagian dari upaya BRMP Sulut dalam mengawal penyediaan benih perkebunan yang bermutu serta mendukung pengembangan komoditas kakao di Sulut.